Archive for July, 2007

uC dan 5S

Seorang  guru  sufi  mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan ini selalu tampak murung.

"Kenapa  kau  selalu  murung,  nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang Guru bertanya.

"Guru,  belakangan  ini  hidup  saya  penuh  masalah. Sulit bagi saya
untuk tersenyum.  Masalah  datang  seperti  tak  ada habis-habisnya, " jawab sang murid muda.

Sang  Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."

Si  murid  pun  beranjak  pelan  tanpa  semangat.  Ia laksanakan
permintaan gurunya  itu,  lalu  kembali  lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

"Coba  ambil  segenggam  garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."

Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.

"asin,  dan  perutku  jadi  mual,"  jawab  si murid dengan wajah yang
masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

"Sekarang  kau  ikut  aku."  Sang  Guru  membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."

Si  murid  menebarkan  segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara.
Rasa  asin  di  mulutnya  belum  hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin
dari mulutnya, tapi tak dilakukannya.

Rasanya tak sopan meludah di hadapan guru , begitu pikirnya.

"Sekarang,  coba  kau  minum  air danau itu," kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si  murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke  mulutnya  lalu  meneguknya.  Ketika  air  danau  yang  dingin dan  segar mengalir  di  tenggorokannya,  Sang  Guru  bertanya  kepadanya,
"Bagaimana rasanya?"

"Segar,  segar  sekali,"  kata  si  murid  sambil  mengelap bibirnya
dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas  sana.  Dan  airnya  mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"

"Tidak  sama  sekali,"  kata  si  murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi.  Sang  Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup  itu  seperti  segenggam  garam.  Tidak  kurang,  tidak  lebih.
Hanya segenggam  garam.  Banyaknya  masalah  dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang  kehidupanmu  itu  sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu.
Jumlahnya  tetap,  segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak
bertambah.
Setiap  manusia  yang  lahir  ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia,  walaupun  dia  seorang  Nabi,  yang  bebas  dari  penderitaan  dan masalah."

Si murid terdiam, mendengarkan.

"Tapi  Nak, rasa ‘asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari  besarnya  qalbu  yang  menampungnya.  Jadi  Nak,  supaya tidak merasa menderita,  berhentilah  jadi  gelas.  Jadikan  qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau."

*Cerita yang dikirim seorang kakak, yang mencoba mengingatkan gw untuk gak boleh murung. Gw juga gak ngerti, beberapa hari kemarin gw ngerasa sensi gitu deh. Ada beberapa hal yang bikin hati gw gak enak.

Udah ah! Stop murung, dan kembali pancarkan wajah bersyukur dalam kondisi apapun. Cepat kembali uC yang selalu berusaha tersenyum, selalu berusaha mengambil hikmah dalam setiap kejadian senang atau sedih, selalu berusaha melihat kebaikan dan kebaikan dalam hal apapun! Berusaha dan berusaha. Selalu berusaha ya uC sayang…

Ingat 5S-mu: Sholat, Syukur, Sabar, Senyum dan Sedekah.

Hidup ini terlalu singkat untuk dibuat tidak indah, bukan begitu uC sayang…? hihihi… ;)*

Comments (2) »

surga-Mu

Segala yang ada dalam hidupku
Kusadari semua milik-Mu
Kuhanya hamba-Mu yang berlumur dosa

*
Tunjukan aku jalan lurusku
Tuk menggapai surga-Mu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku
Karena kutahu Hanya Kau Tuhanku

Reff:
Allahu Akbar Allah Maha Besar
Kumemuja-Mu di setiap waktu
Hanyalah pada-Mu tempatku beteduh
Memohon ridho dan ampunan-Mu 

(dipopulerkan Ungu)

… kelak ingin berada di surga-Mu…

No comment »

ada cinta

ucapkanlah kasih satu kata yg ku nantikan
sebab ku tak mampu membaca matamu
mendengar bisikmu

nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
sebab ku meragu pada dirimu

reff:
mengapa berat ungkapkan cinta
padahal ia ada
dalam rinai hujan
dalam terang bulan
juga dalam sedu sedan

mengapa sulit mengaku cinta
padahal ia terasa
dalam rindu dendam
hening malam
cinta terasa ada

nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
sebab ku meragu pada dirimu

(dipopulerkan oleh Acha & Irwansyah)

… ini juga yang sempat gw rasakan belakangan ini. tapi apa iya? …

No comment »

w r u?

katanya mata bisa bicara?

kalo gw ngibrit kali kalo mata bisa ngomong beneran. hehehe. :p

tapi gw yang ekspresif emang gak bisa menyembunyikan raut wajah yang senang, sedih atau apapun itu.

mata gw yang terlihat ngantuk… sebenarnya gak. bukan ngantuk. tapi mb kawan baik koe itu bilang, gw suntuk. huehehehe… embyeerrr!!!

sekarang aja mata gw masih kerasa semacam perih deh. entah nahan apa? hihihi…

gw pengen gw yang ‘biasanya’ balik… cape dech!

uC, where r u?

No comment »

it’s campur aduk

it’s campur aduk!

mungkin itu yang bisa gw tulis diawal halaman ini.

campur aduk yang hati gw rasain beberapa hari belakangan ini. ntah karena emang si ‘tamu bulanan’ ini datang, tapi gw dah lama gak ngerasain seperti ini. atau karena gw merasa jenuh atau bosan aja? ntah lah.

hari pertama…

sedih, dan gak bisa menahan airmata. itu yang gw lakukan ketika gw tersadar begitu jahatnya ‘lidah’ gw nyakitin hati ibu gw. itu semua karena ada salah paham aja dan sudah clear.

"love u mom, a lot!"

dan thanks untuk adik koe (hesty) dan sobat2 (fitri & yanti) yang gak bosan2nya dengerin curhatan dengan segala macam ekspresi gw.

hari berikutnya, ada lagi yang bikin emosi gw kepancing. kali ini bukan hanya untuk menangis, tapi juga marah dan kesal. gw kecewa dan sebel. gw merasa diperlakukan gak baik. meski kayaknya ini juga karena ada salah paham. tapi masalah ini belum beres. dan gw gak tahu bakal kayak apa deh. sampe hari ini gw masih sebel!

pertanyaan gw: gw tidak bisa menempatkan diri, atau tempat salah milih gw, atau gw emang salah milih tempat? lieur urang…

belum lagi kelar, masih ada sepasang suami istri yang bermulut besar dan mencoba menjadi badut untuk gw di hari itu. dengan entengnya si wanita badut itu bertanya atau sepertinya bukan sebuah pertanyaan buat gw. ‘uC ya? katanya mau nikah ama ****. kata suami gw…

spontan gw kaget. pernah deket aja nggak ama anak itu! spontan juga sobat gw bilang ‘aduh, susah ya jadi selebritis’. gw langsung menambahkan ‘iya, emang susah ya…’. dengan gaya kita yang menyebalkan karena omongan yang menyebalkan dari another si mulut besar istri suaminya yang another badut itu. cape deh. 

gubrag……!!!

euweuh urusan sugan tah budak2 eta teh ngurusan urang. edun. ampe sobat gw mengira, kalo mereka si suami istri teh setiap malem jangan-jangan kerjaannya cuma gossip ajah. huehehehe. emang suami istri yang aneh.

gak cuma sekali ini gw denger yang gak enak dari mulut besar mereka. beteeeee!!!!

gw lagi cape gelow!!!

tanpa berpikir panjang, tapi sempat mendiskusikan sebelumnya dengan sobat gw. halah.. hihihi. akhirnya gw mengirimkan sms menanyakan kenapa bisa gw ditanyain orang kyk gitu ke si ****. dan emang si suami yang aneh itu yang bisa-bisanya berbicara seenak udelnya, tanpa memikirkan perasaan gw. gelow emang… gw teh udah berbae2 ama tuh anak, eh dianya malah kurang ajah gituh.

udah enak2 hidup gw, tenang… aya deui jelema nu kos kieu teh. gak pernah kepikiran yang nggak2. gw udah lempeng2 aja…

eh, tercemar lagi deh pikiran gw jadinya. Astaghfirullah.

gak bisa dibiarin tuh si mulut besar terus berbicara seenaknya gitu. gw mesti ngomong juga kayaknya satu saat ntar. cape gw!!!

…ya Rabb, kangen bisa curhat di tengah malam…

 

 

No comment »