Perjalanan kali ini adalah kali ketiga saya menginjakkan kaki di Kalimantan Tengah. Kota Palangka Raya, dengan julukan kota cantik, menjadi tempat tinggal saya selama 9 hari melakukan kegiatan – pekerjaan - . Lebih tepatnya lagi di Hotel Batu Suli, Palangka Raya, saya bersama tim dan para peserta pelatihan menginap selama 6 hari 6 malam. Dan 2 hari 2 malam lainnya kami berkegiatan di camp unit manajemen PT Hutan Mulya, Tumbang Manggu, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah.
Palangka Raya si kota cantik, tidak secantik julukannya kami pikir. Saya menuliskan kata ’kami’, karena bukan hanya saya yang berpendapat begitu. Hehe. Cuaca yang panas sudah menjadi salah satu identitas bagi kota ini, selain seringnya padam listrik - secara bergiliran-, dan keganjilan-keganjilan lainnya. Anyway, kami senang bisa berada di kota ini. Tata kota yang lumayan baik, konon kota ini ditata oleh seorang dari Rusia. Kota yang pernah kami dengar, bahkan sering, pantas untuk dijadikan sebagai ibukota negara tercinta. Ehm…sayapikir patut untuk dipertimbangkan lagi. Apalagi dengan beberapa keterbatasannya, listrik misalnya. Jadi ingat beberapa hari lalu saya membaca intisari, dan salah satu artikelnya adalah tentang memindahkan ibukota dari Jakarta ke salah satu dari beberapa kota lain di negara kita ini. Salah satunya adalah kota Palangka Raya, dulu bagian dari Provinsi Kalimantan Selatan, yang diusulkan oleh Soekarno dulu karena konon ’terinspirasi’ mengikuti Brazil yang menjadikan kota Brasilia, yang letaknya berada di tengah wilayah negara, menjadi ibukota. J
Menurut saya, yang memang berada disana berhari-hari untuk bekerja, tidak ada tempat hiburan untuk mengeliminir rasa bosan atau capek setelah bekerja. Ya, setidaknya ada tempat yang bisa kami kunjungi ketika waktu istirahat. Mall-nya aja nanggung. Hehe. Sepi. Palangka Raya Mall atau biasa disebut Palma adalah mall yang pernah satu kali saya kunjungi. Saya pergi kesana juga untuk makan bakso lapangan tembak senayan. Hehe. Juga mampir ke toko buku yang berada di mall itu untuk sekedar membeli sebuah buku sebagai teman perjalanan kembali ke Jakarta, waktu itu.
Pasar tempat kami membeli oleh-oleh juga tidak sebesar Pasar Kebun Sayur di Balikpapan, Kalimantan Timur. Meski beberapa orang datang kesini memang untuk mencari batu-batu perhiasan, perahu-perahu karet atau lampit dan makanan khas Kalimantan Tengah, tetap saja merasa kurang lengkap. J
Saya sendiri mampir ke pasar itu baru 2 kali. Tidak banyak yang pernah saya beli disana hanya gelang-gelang, perahu karet dan makanan seperti ikan goreng saluang dan dodol duren. Juga obat-obatan khas Kalimantan. J Amplang juga ada sebenarnya, cuma lagi bosen aja.
Hotel tempat kami menginap, Hotel Batu Suli, yang terletak di Jl. Raden Saleh No. 1 Palangka Raya merupakan salah satu hotel yang katanya the best in town J. Meski pemilik hotelnya sendiri pun bilang, “hotel seadanya, tidak seperti di
Jakarta
”. Hehe. Hanya perlu waktu 15 – 20 menit untuk bisa sampai ke hotel tersebut dari Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Menurut informasi dari seorang teman, Tjilik Riwut adalah Gubernur pertama Provinsi Kalimantan Tengah.
Gak ada macet di Palangka Raya, tapi antrian yang panjang di SPBU menjadi kebiasaan lalu lintas sekitar SPBU belakangan setelah harga BBM naik. Saya punya cerita untuk kondisi ini J.
Tidak banyak juga yang bisa saya perkenalkan tentang Palangka Raya. Tulisan diatas hanya pengantar yang sangat jauh dari bagaimana kota Palangka Raya yang sebenarnya. Saya hanya berkunjung beberapa hari saja, mendapat pengalaman, kenangan dan kenalan juga keluarga baru disana. Saya senang berteman dan bersaudara dengan teman-teman baik yang baru J. Di kota mana pun. Aku jadi ingat obrolan malam bareng seorang sahabat beberapa tahun lalu. Kami senang dengan ’penyebaran’ tempat tinggal kami, biar nanti anak-anak kami kalau pergi kemana-mana punya keluarga. Teman-teman ayah dan ibunya. Hehe. ”Take care ya Bul di Ausie
sana
”
J.
Kebetulan tulisan saya ini hanya ingin menceritakan cerita lain, khususnya saya, selama 9 hari bekerja (kegiatan pelatihan proyek kerjasama Departemen Kehutanan dengan 2 organisasi non pemerintah, APHI dan ITTO) di Kalimantan Tengah sesuai dengan subyek tulisan diatas. Untuk mempermudah saya mengingatkan runutannya, sengaja saya buat poin-poin. Hanya hal-hal yang ingin saya ceritakan.
Tanggal 27 Mei 2008, pukul 03.00 diantar Ibu dan Bapak juga adik ke terminal Damri Baranang Siang Bogor. ”Selamat Ulang Tahun Bapak. Sehat selalu ya…” Ciuman tangan dan pipi kanan kiri berpamitan, sekaligus ucapan selamat ulang tahun untuk Bapak dari saya. Kali pertama ibu saya ikut mengantar ke terminal Damri. J
Happy Birthday juga Mb Rien… Happy as always ya… J. Eh, ternyata Afghan juga ulang tahun ya? Selamat ya ’dik… Halah ;).
Perjalanan menjelang Subuh dan salat di Bandara Soekarno Hatta. Suasana ini menyenangkan buat saya. Tenang dan udara yang masih dingin. Saya menikmati perjalanan subuh saya. J
05.40 bersiap mengantri memasuk pesawat. Perjalanan udara yang menyenangkan, pemandangan yang sangat saya nikmati ketika langit sudah tidak lagi gelap. Gumpalan kapas besar, sang awan, dilewati dengan sangat mulus oleh badan pesawat. Biru langit…awan putih… perpaduan warna yang lembut - warna yang sejak SD saya sukai- … keindahan itu milikNya. Ketenangan dan kesenangan hati bagi si penikmat kebesaranNya adalah anugerah dariNya.Allah SWT. Langit biru dan gumpalan awan putih itu lembut cerah, mendorong hati menjadi senang dan pikiran menjadi sehat. Saya menikmati perjalanan udara saya. J
Sayang, kedua kenikmatan itu sempat ternoda dengan pelayanan salah satu room boy hotel, ketika kami tiba disana. Ternyata gumaman aku ditanggapi dengan sangat responsif oleh si roomboy. Pikir aku, gila ini room boy ’telinganya panjang’ amat yak? :D. Tapi respon yang ga bisa aku terima pagi itu. Walhasil, pagi-pagi saya sudah kesal dan marah sama room boy itu. Sorry… L.
Fortunately, Allah SWT memberi kesempatan saya dan si room boy untuk berbaikan melalui instruktur senam. Hehe. Kegiatan dadakan yang diluar rencanatercetus dari coordinator kami untuk menambah kegiatan olah raga pagi, senam. Walhasil, aku mencari informasi melalui hotel agar kegiatan itu terlaksana. Terhubunglah saya dengan insturktur senam itu, melalui si room boy. Hehe. Dia yang dimintakan pihak hotel untuk mencarikan informasi. Ternyata… Hehe. Baru tahu namanya, kalau tidak salah, Tono. SkenarioNya gak bisa untuk saya tidak melakoninya. Senyum itu indah. J
Jumat pagi kami melaju menuju ke camp tempat kami melakukan praktek lapangan. Satu tempat yang harus kami tempuh, normalnya, 4 jam perjalanan darat dan 1.5 jam perjalanan sungai. Jika memang tidak ada halangan waktu tempuh perjalanan 5 jam juga bisa sampai disana. Palangka Raya – Tumbang Samba – Tumbang Manggu. Sayang target waktu meleset dan kenikmatan tergeser. L. Disinilah cerita yang ada keterkaitan dengan antrian dan BBM yang tadi saya maksud. Kondisi BBM yang langka di Palangka (gak aneh nama kotanya ya? Beberapa memang langka disana :p) menjadikan sebagian rombongan mobil harus ikut berpartisipasi mengantri di SPBU untuk mendapatkan bahan bakar premium Rp 6.000/liter. Di luar SPBU harga eceran premium bisa Rp 8.000 – Rp 12.000/liter, katanya. Panas, udah jelas. Lamanya itu yang bikin tambah sebel, hampir 2 jam kami menunggu. Selama itu juga waktu kegiatan kami terambil karena kesalahan teknis. Entah siapa yang harus dipersalahkan. Pasti ada sesuatu yang baik dibalik ini semua. InsyaAllah… J. Be better ya Pak Romi dengan bisnis travelnya. Hehe.
Kejutan lain, selain antrian yang tidak ada dalam jadwa kami itu, klotok/kapal sungai yang kami tumpangi gak seperti saat saya survei beberapa waktu sebelumnya. It’s lesehan. Hehe. Tapi ternyata seru juga. Diluar itu semua, saya menikmati perjalanan air melintasi Sungai Katingan dengan bunyi berisik mesin kapalnya. Apalagi perjalanan pulangnya di pagi yang cerah hari. J
Ada 3 orang dari semua anggota kelompok yang rodo menonjol perilakunya.. :p. Bikin kesan tersendiri buat saya. Satu cewek asal Sleman Jogja yang pendiam dan terlihat lugu bener. Sering terlihat seperti gak ada semangat hidup. Sebenernya anaknya baik J. Dua cowok yang berbeda karakter satu sama lain, yang satu banyak omong dan satunya pendiam habis. Habis!!! Sepertinya ada dan gak ada satu cowok pendiam habis itu, gak ada pengaruhnya. Ngomong? No way, kayaknya! :p. Yang satunya yang banyak omong dan lumayan keras kalau ngomong, TOA gitu dech, khas dengan “Jogjane nan’ndi?”. Wah, nulisnya benar ga ya saya? Hehe. Punten, abdi mah urang sunda. :p.
Walikota Palangka Raya, Ir. Tuah Pahoe, wafat. Beliau semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan di kota ini. Waktu survey, sebelum pelatihan, saya ngobrol Pak Miguel, yang mendampingi saya. Dia cerita kondisi walikota yang sedang sakit dan dirawat.
Cerita dan curhatan colongan sebelum tidur. We were talking about love and life. It will be another story…
Kali ini saya mengagumi seseorang lain. Sekedar kagum. Hehe. Secara semacam tebar pesona aja.. :p. Seorang lain lagi dengan serunya bercerita, dapat cium pipi kanan kiri untuk satu ucapan. Hehe. Santai … :p.
The Girls of Riyadh menemani waktu senggang saya selama disana. Cinta dan cinta… Cerita yang gak pernah bisa habis ditulis, baca dan dinikmati. Persahabatan, pengenalan karakter, konflik dalam percintaan, kegagalan cinta, jatuh cinta, pengharapan sampai
gaya
hidup dan sosial budaya yang menjadi latar cerita itu seakan, bahkan untuk sebagian banyak kita, memang pernah atau sedang mengalami. Ceritanya mudah dibaca dan diikuti mesti masih banyak redaksional yang salah tik.
Keindahan lainnya yang sangat saya nikmati ketika memasuki lebatnya hutan alam. Penuh serasah dan pohon-pohon besar. Semak dan tanaman obat di hutan. Langit dan cahaya yang terlihat mengintip menembus rimbunnya kanopi pohon. Keindahan tersendiri buat saya. Beberapa dari itu menjadi objek yang menarik untuk saya dokumentasikan. Maha Besar Allah menciptakan semua itu. Udara yang segar terhirup menambah kenikmatan lainnya. Juga peluh yang bercucuran ketika perjalanan jauh masuk dan keluar hutan semakin terasa. Lelah berbaur dengan kelegaan. Selalu berharap dan suatu saat dapat mewujudkan satu ruangan galeri, di dalam tempat tinggal saya, untuk koleksi hasil pendokumentasian saya. Galeri –uC-. InsyaAllah J.
Dan, kapan lagi yah gw bisa kesana? :D. Someday!