Ada lagi nih….
Kenapa para wanita selalu menyukai pria nakal, brengsek, badung, urakan (apapun lah namanya) ?
Apa benar seorang pria makin brengsek makin menarik? Sebenarnya daya tarik apa yang membuat mereka dicaci tapi tetap dicinta? Anda pasti tahu jenisnya. Ya, pria yang berkelakuan minta ampun menyebalkan dan rutin bikin wanita menangis. Ada saja tingkah lakunya yang selalu bisa membuat darah para wanita mendidih. Pada dasarnya mereka adalah pria yang sebenar-benarnya. Yang tak pernah membaca artikel panduan cinta di majalah yang mengimbau mereka untuk memperlakukan wanita dengan sopan dan menolak advis dari siapa pun untuk bertingkah lebih beradab. Tidak, mereka mengikuti naluri primitifnya. Dan, seberapa sering wanita bersumpah untuk tak lagi berurusan dengan pria seperti ini, korban tetap saja berjatuhan. Sebenarnya apa yang bikin mereka tak bisa ditolak??
Mereka Bikin Wanita Tertantang
Pria jenis ini tahu betul bahwa jauh di dalam hati setiap wanita paling baik sekalipun, ada hasrat untuk bersenang-senang dan berpetualang. Inilah kebanyakan wanita jatuh cinta kepada pria yang memulai suatu hubungan dengan sesuatu yang seru, bahkan menantang.. Seperti kebiasaan Ferdi (bukan nama sebenarnya), 30 tahun, yang gemar memacu motor track-nya dengan kecepatan penuh di jalan raya. “Belum pernah seorang wanita menolak jika saya mengajak mereka mengarungi malam dengan motor kesayangan. Saat melaju kencang begitu, biasanya teman kencan akan memeluk erat-erat sambil tertawa lebar. Sayang, kebanyakan dari mereka ingin hubungan yang lebih dalam setelah acara senang-senang usai. Padahal, belum tentu saya ingin hal yang sama,” akunya. Betul, spontanitas dan cara tak terduga yang biasa dilakukan bad boy memang bikin wanita serta merta jatuh hati. Tetapi kebanyakan para wanita lalai untuk sadari dari awal adalah, spontanitas dan tingkah tak terduganya juga bisa bikin patah hati.
Mereka Selalu Menjadi Dirinya Sendiri (Yang Menyebalkan Itu)
Sebagian alasan mengapa pria bad boy terlihat menarik dan seru adalah karena mereka tidak khawatir bakal menyinggung siapa pun. Mereka biasanya bicara soal apapun, menertawakan berbagai macam hal bahkan mengangkat topik pembicaraan yang tabu. Inilah yang menjauhkan mereka dari definisi membosankan, sesuatu yang biasa wanita beri cap terhadap pria baik-baik yang berusaha menarik perhatian mereka dengan menjaga image. Jangankan bicara soal seks, pria “sopan” tidak akan membuat lelucon bentuk apapun mengenai topik sensitif tersebut. Sementara si pria kurang ajar? Justru bisa mengejek sorang wanita setelah menceritakan suatu kisah panas. Dia sama sekali tak peduli perasaan siapa yang bakal tersakiti. Yang ia tahu, ia hanya melakukan yang dirasa wajar. Sikap seperti ini bagai udara segar buat wanita, dan salah menafsirkannya sebagai sikap percaya diri.
Mereka Jujur Soal Apa Yang Mereka Mau
Saat pria jenis ini mendekati seorang wanita, mereka benar-benar menunjukkan ketertarikan tersebut dengan gamblang. Bahkan, ada beberapa yang tanpa malu-malu meminta nomor telepon saat pertama kali bertemu. Ini yang kerap dilakukan Rendra (bukan nama sebenarnya), 27 tahun, setiap kali mendapati seorang wanita cantik. “Bukan dosa bila saya minta berkenalan dengan seorang wanita jelita di club. Bukan dosa juga buat si wanita bila ia mengiyakan ajakan saya untuk mengantarnya pulang. Atau justru ingin ‘bertandang’ ke tempat saya dulu. Bila ia menolak, ya mungkin saya yang kurang beruntung. Tapi, kan, wanita bukan dia seorang?”. Percaya atau tidak, bentuk kejujuran seperti ini justru bikin pria yang dianggap kurang ajar lebih dihargai wanita. Kontras dengan pria baik-baik yang mencoba untuk menutupi tujuan utamanya untuk meraih cinta seorang wanita dengan menjadi teman. Mereka mengajak jalan, mendengarkan keluh kesah sang wanita incaran dan mencoba membantu tiap kali si pujaan hati ketiban masalah. Setelah semua aksi bersahabat itu, tiba-tiba si pria menyatakan bahwa ia sebenarnya cinta! Intinya, si pria baik-baik mencoba untuk tidak ditolak dengan mengaburkan intensi utamanya. Namun kenyataannya, ia justru membentuk sebuah hubungan berdasarkan kebohongan. Sementara si pria yang tidak tahu diri? Bila ditolak, ya sudah, cari wanita lain yang suka apa yang ia tawarkan!
Akui saja, tawaran itu sebenarnya bisa ditolak. Namun tetap saja rasa penasaran itu tak bisa dibendung. Bila anda, para wanita, salah satu yang pernah membuka hati karena tertantang untuk ikut serta dalam wahana seru bernama “hubungan dengan seorang bad boy”, jangan serta merta merasa kalah jika pada akhirnya anda menangis tersedu-sedu di pelukan seorang sahabat. Bersyukurlah anda sudah melaluinya, daripada harus mati penasaran.
(Sumber : Majalah Cosmopolitan edisi Agustus 2008)
=====
Kiriman seorang teman…
faris said,
August 8, 2008 @ 4:24 am
asal tak buat cerita blue…he.he.he
Andri said,
September 25, 2008 @ 11:23 pm
hmm… inget teori relativitas jadinya.. di dunia ini tak ada yg pasti…
kristin said,
October 6, 2008 @ 7:35 pm
walaupun tidak sempat berhubungan dan menjalani komitmen dengannya, saya telah menemukan tipe pria badboy yang lengkap. dengan segala kenakalan yang dijabarkan, pengalaman dan kasus2 minta ampun yang dikenang, tapi dengan komitmen penuh, cinta mendalam dan keyakinan yang tak tergoyahkan untuk masa depannya.
saya rasa itu adalah momen yang menjadi pembeda inti. bad boy yang masih mencari2 dan bad boy yang sudah menemukan tambatan hati